MOJOKERTO – Mengusung semangat penguatan fondasi spiritual dan peningkatan mutu akademik perguruan tinggi berbasis pesantren, Institut Nurul Islam Mojokerto menggelar Rapat Kerja Tahun Akademik 2026-2027 pada Jumat (14/8/2026). Perhelatan tahunan ini mengangkat tema sentral: "Deep Roots, Great Heights: Menanamkan Nilai Islami, Institut Nurul Islam Menumbuhkan Prestasi".
Raker ini diikuti oleh Rektor sekaligus Pengasuh YPP Nurul Islam Mojokerto, Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M., jajaran rektorat, dekanat, serta seluruh dewan dosen dan pengelola lembaga. Pertemuan ini menjadi momentum krusial setelah peralihan status kampus menjadi institut untuk merumuskan arah strategis Tri Dharma Perguruan Tinggi periode 2026/2027.
Refleksi 16 Tahun Berdirinya Yayasan dan Nilai Spiritualitas
Dalam pengarahannya, Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M. mengingatkan kembali akar sejarah berdirinya YPP Nurul Islam Mojokerto. Momen Raker kali ini terasa kian istimewa karena berada dalam suasana menyambut bulan Rabiul Awal—bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW—sebagaimana cikal bakal berdirinya YPP Nurul Islam yang dicetuskan tepat pada 12 Rabiul Awal.
"Selama 16 tahun perjalanan YPP Nurul Islam, lembaga ini dibangun di atas fondasi spiritual yang kokoh: tirakat, mujahadah, riyadhah, dan wirid," tutur beliau.
Menurutnya, nilai-nilai keislaman yang tertanam dalam (Deep Roots) menjadi pondasi paling mendasar agar seluruh civitas akademika mampu melompat tinggi (Great Heights) menggapai berbagai prestasi akademik dan non-akademik.
Cita-cita besar kaderisasi berada di pundak Institut Nurul Islam Mojokerto. Oleh karena itu, kampus diposisikan sebagai Kawah Candradimuka untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga kredibel, kompetitif (freshbel), dan berintegritas.
Tantangan Masa Depan: Transformation Mindset Dosen & Esensi Kampus Merdeka
Menghadapi era transformasi perguruan tinggi yang dinamis, Rektor memberikan penekanan khusus pada kesiapan para dosen dan tenaga pendidik.
"Tantangan ke depan sangat luar biasa. Pola pikir (mindset) dosen harus berbeda—harus lebih kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman," tegasnya.
Terkait dengan konsep Kampus Merdeka, Institut Nurul Islam Mojokerto memberikan penekanan bahwa kebebasan berpikir dan akademik di lingkungan kampus harus diimbangi dengan rasa tanggung jawab moral. Setiap mahasiswa dan lulusan diwajibkan untuk senantiasa menampilkan Akhlaqul Karimah, baik di dalam lingkungan kampus maupun saat berkiprah di tengah masyarakat luas.
Agenda Utama Raker TA 2026-2027
Raker ini berfokus pada dua agenda utama. Pertama, mengevaluasi secara komprehensif kinerja akademik, pengelolaan fakultas dan program studi, serta pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi selama Tahun Ajaran 2025/2026.
Kedua, menyusun program kerja Tahun Ajaran 2026/2027 dengan merumuskan langkah-langkah strategis di bidang kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta percepatan peningkatan mutu lulusan yang berpijak pada nilai-nilai pesantren.
Melalui Raker ini, Institut Nurul Islam Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu tata kelola dan pendidikan, sekaligus memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang berakar pada tradisi aswaja, kepesantrenan dan berorientasi di tingkat nasional maupun internasional. (den)